Wujud Cinta seorang hamba Kepada Alloh

Wujud Cinta seorang hamba Kepada Alloh

Haji

Wujud Cinta seorang hamba Kepada Alloh di Baitullah di wujudakan dengan berbagai cara.Dalam rangkaian ibadah haji atau umroh, Thawaf merupakan salahsatu wujud rasa cinta seorang hamba terhadap sang pencipta

Dalam rangkaian pelaksanaan thawaf itu mencerminkan kehidupan yang bermula serta berasal dari satu titik. Dimana pasti akan kembali ke titik semula yaitu kita semua akan kembali kepada Allah SWT.

Berbicara Thawaf, atau aktivitas ibadah mengelilingi Ka’bah  sebanyak tujuh kali sebagai bagian dari rangkaian ibadah haji atau umrah ada empat macam Thawaf. Di antaranya, Thawaf Qudum, Thawaf Ifadhah, Thawaf Sunat dan Thawaf Wada –yang dijelaskan tersendiri sebelumnya:Thawaf Wada, Akhir dari Haji dan Umrah.

Adapun yang dimaksud dengan Thawaf Qudum adalah Thawaf pembukaan atau disebut juga Thawaf selamat datang. Ada juga yang menyebutnya sebagai Thawaf Dukhul yang dilakukan pada waktu jama’ah baru tiba di kota Mekkah.

Rosululloh Saw. setiap kali memasuki Masjidil Haram terlebih dahulu melakukan Thawaf sebagai ganti shalat Tahiyyatul Masjid. Tak heran ada juga yang menyebut Thawaf ini sebagai Thawaf Masjidil Haram.

Jumhur ulama sepakat bahwa hukum Thawaf Qudum adalah sunnah, sehingga jika tidak melakukan Thawaf Qudum tidak akan membatalkan ibadah haji maupun umrah seseorang. Sedangkan thawaf qudum di larang bagi perempuan yang dalam keadaan haid.

Dalam pelaksananaanya, Thawaf Qudum boleh tidak disambung dengan Sa’i, tetapi bila disambung maka Sa’i-nya sudah termasuk Sa’i haji. Karenanya, waktu Thawaf Ifadhah, jamaah tidak perlu lagi melakukan Sa’i.

Kemudian yang dimaksud dengan Thawaf Ifadhah ialah salah satu dari beberapa rukun haji, yang harus dilaksanakan sendiri jika tidak hajinya batal. Thawaf ini disebut juga Thawaf Ziarah atau Thawaf Rukun.

Sebagaimana firman Allah SWT dalam surat Al-Hajj ayat 29, yang artinya, “Kemudian hendaklah mereka menghilangkan kotoran-kotoran mereka, memotong rambut, mengerat kuku dan memenuhi nazar-nazar mereka dan hendaklah mereka melakukan Thawaf di rumah yang tua itu.”

Thawaf Ifadhah dilaksanakan setelah semua ibadah haji telah diselesaikan yaitu; melontar jumrah aqabah, membayar dam serta tahallul akhir (mencukur) kemudian disunatkan memakai wewangian setelah jamaah tidak Ihram.

Hal ini diterangkan dalam hadits Aisyah RA, yang artinya “Aku pernah meminyaki Rasulullah SAW ketika (hendak) ihram, sebelum ia berihram, dan ketika sudah Tahallul sebelum ia melakukan Thawaf di Kabah.” (Hadis Riwayat Bukhari dan Muslim).

Sedangkan yang dimaksud dengan Thawaf Sunat adalah Thawaf yang dapat dilakukan kapan saja. Jika dilakukan saat baru memasuki Masjidil Haram, maka Thawaf ini berfungsi sebagai pengganti shalat Tahiyyatul Masjid. Thawaf sunat inilah yang dimaksud atau disebut dengan Thawaf Tathawwu.

Baca juga

Cara Mendapatkan vaksin Miningitis

Antisipasi Antrian Imigrasi Jeddah Hingga 6 Jam

Tahun Ini Visa Haji Dicetak dengan Kertas Biasa

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *